Revitalisasi dan Pemeliharaan Museum Benteng Vredeburg, Upaya IHA dalam Mengoptimalisasi Fasilitas dan Pelayanan Publik di Museum

Yogyakarta, 4 Maret 2024 – Museum Benteng Vredeburg, unit museum dari Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (MCB) atau Indonesia Heritage Agency (IHA) yang saat ini bertanggung jawab atas pengelolaan 18 museum dan 34 situs cagar budaya nasional di Indonesia sedang dalam proses upaya transformasi, untuk mengoptimalkan fungsi Museum Benteng Vredeburg sebagai destinasi edukasi dan ruang publik yang menyenangkan bagi masyarakat, khususnya sesuai dengan kebutuhan generasi muda Indonesia.

Museum Benteng Vredeburg, terletak di Kota Yogyakarta, menempati bangunan kolonial yang dibangun pada tahun 1760, merupakan museum sejarah perjuangan Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1992. Museum Benteng Vredeburg memiliki lebih dari 7.000 benda bersejarah mulai dari peralatan rumah tangga sampai peralatan perang. Berlokasi di Jalan Margo Mulyo no.6 dekat dengan kawasan Malioboro dan sejumlah objek wisata lainnya, Museum Benteng Vredeburg menjadi destinasi wisata sejarah yang memiliki nilai historis dan edukatif bagi pengunjung.

(Plt.) Kepala BLU Museum dan Cagar Budaya (MCB), Ahmad Mahendra, menyatakan, “Transformasi Museum Benteng Vredeburg bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengunjung yang lebih baik, kami berharap museum ini tidak hanya menjadi ruang edukasi sejarah, tetapi menjadi tempat yang nyaman untuk rekreasi. Untuk itu, MCB terus berkomitmen untuk terus mendukung transformasi museum yang profesional melalui berbagai agenda revitalisasi untuk menjadikan museum sebagai ruang yang nyaman untuk semua.”

Proyek transformasi Museum Benteng Vredeburg meliputi revitalisasi infrastruktur dengan pembaruan dan pemeliharaan area terbuka serta ruang tata pamer museum, dilanjutkan dengan pembangunan fasilitas pengunjung seperti museum shop dan ruang anak, untuk mengoptimalkan pengalaman publik yang lebih edukatif dan interaktif.

Untuk mendukung proses revitalisasi, Museum Benteng Vredeburg akan tutup sementara mulai tanggal 4 Maret 2024. Kendati demikian, bagi publik yang ingin mengeksplorasi koleksi museum dapat mengakses kegiatan “Vredeburg Virtual Visit” yang diselenggarakan setiap hari Senin untuk umum/individu dan Rabu untuk kelompok/sekolah pukul 09.00-11.00 WIB secara gratis.

Penanggung Jawab Unit Museum Benteng Vredeburg, M. Rosyid Ridlo menjelaskan “Rencananya museum secara fisik akan kembali dibuka untuk publik dengan wajah barunya pada pertengahan tahun 2024. Walau secara fisik museum tutup, tetapi kami tetap hadir secara virtual. Hal ini penting bagi kami, karena sebagai bagian dari IHA, tugas kami adalah

untuk membuka akses masyarakat terhadap bangunan, artefak dan benda bersejarah yang dapat diolah menjadi produk pengetahuan sejarah dan berguna untuk pemahaman bangsa mengenai warisan budaya Nusantara dan semangat perjuangan bangsa Indonesia.”

***

Tentang Museum dan Cagar Budaya (Indonesia Heritage Agency)

Indonesia Heritage Agency (IHA) merupakan badan layanan umum museum dan cagar budaya di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yang saat ini bertanggung jawab atas pengelolaan 18 museum dan galeri serta 34 situs cagar budaya nasional di Indonesia. Terbentuk pada tahun 2022 dan diresmikan menjadi badan layanan umum per 1 September 2023, IHA mempunyai visi menjadi institusi yang bersifat kolaboratif dan mendorong daya cipta, perubahan sosial, serta pembangunan masyarakat yang berbudaya.

IHA mengedepankan peningkatan pelayanan yang berbasis perlindungan sebagai prioritas utama. Dengan merangkul kreativitas dan mengusung semangat kolaborasi yang inklusif. IHA secara kolektif berkontribusi untuk membuka wawasan apresiasi mendalam terhadap warisan budaya Indonesia yang beragam.

Mengenai Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg di Yogyakarta, sebagai peninggalan kolonial tertua di kota, menawarkan lebih dari sekedar pengalaman wisata sejarah. Dikelola oleh Indonesia Heritage Agency (Badan Layanan Umum – Museum dan Cagar Budaya), museum ini berkomitmen pada transformasi pelayanan publik, menampilkan narasi sejarah yang komprehensif mulai dari era Diponegoro hingga Orde Baru. Selain itu, museum ini memuat lebih dari 7.000 benda bersejarah, termasuk peralatan rumah tangga dan peralatan perang, serta benda-benda yang pernah digunakan oleh tokoh proklamator Indonesia, Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta. Terletak strategis dekat Jalan Malioboro dan sejumlah objek wisata lainnya di Yogyakarta, museum ini tidak hanya menjadi pusat kajian sejarah perjuangan nasional tetapi juga destinasi wisata ikonik yang wajib dikunjungi.

Sebagai community hub yang merayakan kebudayaan Nusantara, Museum Benteng Vredeburg memperkuat peranannya sebagai paru-paru kota dengan menyediakan ruang terbuka hijau yang asri di tengah kesibukan Yogyakarta. Pengunjung dapat menikmati keindahan bangunan estetik yang ideal untuk konten media sosial, sambil mengikuti program publik menarik. Dengan kemudahan akses dan tiket masuk yang terjangkau, museum ini tidak hanya menawarkan wawasan sejarah yang mendalam tetapi juga menjadi platform bagi aktivitas budaya dan pelestarian sejarah, mengakomodasi kebutuhan publik dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengembangan museum.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi: Tim komunikasi MCB/IHA
Michael Reza Say (+62 811-9725-854)
Tim komunikasi Museum Benteng Vredeburg
Ita Ratnasari (+62 81-727-4008)
Pythagora Yuliana Purwanti (+62 821-3588-2788)

Bagikan

Berita Terbaru

Reimajinasi Warisan Budaya: Menuju Era Baru Pelestarian Budaya Indonesia dengan Indonesian Heritage Agency

Revitalisasi dan Pemeliharaan Museum Benteng Vredeburg, Upaya IHA dalam Mengoptimalisasi Fasilitas dan Pelayanan Publik di Museum

Ciptakan Ruang Publik yang Inspiratif, Museum Basoeki Abdullah Selenggarakan Kelas Menggambar untuk Anak

Temukan Kekayaan Budaya Indonesia dengan Mudah!