Jakarta, 4 Maret 2024 – Setelah sukses menyelenggarakan kegiatan lomba melukis “Menyongsong Hari Esok: Refleksi Krisis Iklim Melalui Karya Seni Lukis” yang diikuti oleh 2.356 anak bangsa pada Oktober 2023 lalu, Museum Basoeki Abdullah (Musbadul) kembali menyelenggarakan kegiatan “Kelas Menggambar” untuk pengunjung sebagai bentuk komitmen museum dalam menghadirkan museum inspirasi dan edukasi.
Pelaksanaan program publik kelas menggambar di unit Museum Basoeki Abdullah sejalan dengan komitmen Museum dan Cagar Budaya (MCB) atau yang kini dikenal sebagai Indonesia Heritage Agency (IHA) untuk memperkuat identitas budaya, meningkatkan pemahaman publik mengenai warisan budaya nusantara, serta mendorong kolaborasi dalam memajukan keberagaman dan kreativitas melalui berbagai program inovatif.
Kegiatan Kelas Menggambar merupakan program interaktif yang bertujuan untuk mendukung pengembangan permuseuman sebagai sarana edukasi dan rekreasi seni yang terjangkau dan dapat diakses secara luas. Ketua Tim Museum dan Galeri MCB, Pustanto mengungkapkan, “Penyelenggaraan kelas menggambar di Musbadul merupakan salah satu bentuk upaya mewujudkan komitmen IHA dalam menghadirkan museum yang inspiratif dan edukatif di Indonesia. Kami berharap kegiatan kelas menggambar ini terus diselenggarakan sebagai bentuk inovasi program museum yang menarik dan juga mendukung lahirnya generasi seni Indonesia di masa depan.”
Bekerja sama dengan mahasiswa seni rupa dari universitas terkemuka di Indonesia, Musbadul menyelenggarakan 4 kelas menggambar yang telah dilaksanakan sejak 23 Februari hingga 15 Maret 2024 yang dapat dihadiri oleh anak-anak dan keluarga dengan hadir langsung ke Musbadul. Adapun kelas menggambar Musbadul terdiri dari: Kelas Menggambar Sketsa Wajah Pria pada 23 Maret 2024: Kelas Menggambar Sketsa Wajah pada 1 Maret 2024; Kelas Menggambar Binatang pada 8 Maret 2024; dan Kelas Menggambar Benda-Benda Koleksi Pribadi pada 15 Maret 2024. Kegiatan kelas menggambar diselenggarakan pada hari Jum’at pukul 13:30- 15:00 WIB di Ruang Edukasi Museum Basoeki Abdullah lantai 1.
Penanggung Jawab Unit Museum Basoeki Abdullah, Luthfia Rahma juga menyampaikan “Kami juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat, khususnya para mahasiswa seni rupa yang berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan ini. Sejak dilaksanakan pada 23 Februari lalu, kegiatan kelas menggambar ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat khususnya anak-anak, ada beberapa yang mengajak orang tuanya untuk datang dan ada pula yang sengaja datang ke museum karena memang khusus untuk belajar, kami berharap Museum Basoeki Abdullah melalui kegiatan Kelas Menggambar ini dapat menjadi museum yang inspiratif dan edukatif sehingga dapat menjadi ruang inspirasi seni bagi generasi muda Indonesia sejalan dengan nilai luhur yang dipegang oleh Bapak Basoeki Abdullah yang merupakan salah satu pelukis legendaris Indonesia”.
Selain menghadirkan kelas menggambar, Museum Basoeki Abdullah sebagai salah satu museum seni di Indonesia juga memiliki koleksi lukisan dan koleksi pribadi pelukis Basoeki Abdullah berupa patung, topeng, wayang, buku, dan sebagainya yang dapat dikunjungi bersama teman dan keluarga. Jumlah koleksi museum yang dihibahkan sebanyak 123 koleksi lukisan,
sedangkan koleksi pribadi yang terdiri dari barang dan benda seni milik Basoeki Abdullah sebanyak 720 koleksi, adapun Musbadul juga memiliki koleksi buku-buku/majalah seni yang mencapai 3.070 koleksi.
Untuk informasi lebih lanjut tentang kegiatan Kelas Menggambar Musbadul, dapat mengunjungi akun Instagram Museum Basoeki Abdullah melalui @musbadul.
***
Tentang Museum dan Cagar Budaya (Indonesia Heritage Agency)
Indonesia Heritage Agency (IHA) merupakan badan layanan umum museum dan cagar budaya di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yang saat ini bertanggung jawab atas pengelolaan 18 museum dan galeri serta 34 situs cagar budaya nasional di Indonesia. Terbentuk pada tahun 2022 dan diresmikan menjadi badan layanan umum per 1 September 2023, IHA mempunyai visi menjadi institusi yang bersifat kolaboratif dan mendorong daya cipta, perubahan sosial, serta pembangunan masyarakat yang berbudaya.
IHA mengedepankan peningkatan pelayanan yang berbasis perlindungan sebagai prioritas utama. Dengan merangkul kreativitas dan mengusung semangat kolaborasi yang inklusif. IHA secara kolektif berkontribusi untuk membuka wawasan apresiasi mendalam terhadap warisan budaya Indonesia yang beragam.
Tentang Museum Basoeki Abdullah
Museum Basoeki Abdullah merupakan bukti nyata dari nasionalisme seorang maestro lukis Indonesia. Terletak di bilangan Jakarta Selatan, Museum Basoeki Abdullah memiliki 123 koleksi lukisan, 720 benda seni, dan 3.070 buku. Basoeki Abdullah adalah seorang pelukis terkemuka di Indonesia yang terkenal karena dedikasi dan kemasyhuran karyanya. Kecintaannya terhadap seni dan bakat luar biasa terlihat dari belia dengan karya lukisan tokoh Mahatma Gandhi di usia 10 tahun.
Di bawah naungan Indonesia Heritage Agency (IHA) sebuah badan layanan umum pengelola museum dan cagar budaya, warisan Basoeki Abdullah terus menginspirasi para seniman dan pecinta seni, menjadi bukti kekuatan seni untuk melampaui batas dan menyatukan masyarakat lintas budaya. Karya-karyanya mengingatkan kita akan keindahan dan keberagaman Indonesia, sekaligus menyoroti pentingnya melestarikan dan merayakan warisan kita bersama yang dikumpulkan di Museum Basoeki Abdullah. Salah satu kontribusi Museum Basoeki Abdullah terhadap edukasi dan pengembangan seni rupa adalah kegiatan Basoeki Abdullah Art Award yang telah menginspirasi dan mendorong lahirnya generasi penerus dunia seni rupa nasional.
Untuk informasi lebih lanjut hubungi: Tim komunikasi MCB/IHA
Michael Reza Say (+62 811-9725-854)
Tim komunikasi Museum Basoeki Abdullah
Fiqih Trihanda (+62 812‑9216‑7586)